Tampilkan postingan dengan label Kompetisi WEB AQUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompetisi WEB AQUA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Januari 2011

Mengapa Anak-anak memiliki resiko dehidrasi lebih tinggi di banding Orang Dewasa?



Mengapa Anak-anak memiliki Resiko dehidrasi Lebih tinggi Di banding Orang Dewasa?


Mengingat anak-anak sangat rentan mengalami dehidrasi, kita harus mulai memikirkan apakah anak-anak kita sudah mendapatkan kebutuhan air yang cukup setiap harinya.

Bayi dan anak kecil memiliki persentase air lebih tinggi di tubuh mereka dan sangat rentan terhadap dehidrasi. Mereka kehilangan lebih banyak air dari berat badan mereka dibandingkan dengan orang dewasa - 15% kehilangan cairan per hari dibandingkan dengan 4% untuk orang dewasa. Sebagai contoh, seorang anak dengan berat badan 5 Kg membutuhkan 0,75 liter per hari untuk menggantikan cairan yang hilang dibandingkan dengan 2,9 liter untuk pria dewasa dengan berat badan 70 Kg. Seorang anak dengan berat badan10 Kg membutuhkan sekitar 1 liter (sekitar 4 cangkir air standar). Seorang anak berumur 10 tahun juga memerlukan air sekitar 1 liter.

Ketika anak-anak bermain atau berolahraga, mereka menggunakan pasokan air tubuhnya dan sangat penting bagi mereka untuk mengganti cairan tubuhnya yang hilang akibat keringat dan aktivitas berlebih.

Bagaimana Saya Mengetahui Jika Anak Saya Mengalami Dehidrasi?

Tidak ada jawaban cepat untuk pertanyaan ini, karena tubuh kita tidak bisa memberi tahukan kapan mereka kehabisan air. Pada saat anak Anda mengatakan mereka haus, mereka sudah mengalami dehidrasi dan dapat menunjukkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Berikut adalah beberapa gejala dehidrasi pada balita:


  • Lidah kering

  • Haus

  • Tidak ada air mata ketika menangis

  • Mata sedikit cekung




NB:Bagaimanapun, daftar ini tidak mencakup semua kemungkinan gejala dehidrasi pada anak Anda dan anak Anda mungkin tidak mengalami semuanya ini selama masa dehidrasi

Kandungan Yang terdapat dalam Tanah






Kandungan yang terdapat Dalam Tanah



Air tanah mengalir di bawah permukaan dalam lapisan batuan pembawa air dengan kecepatan beberapa sentimeter sampai beberapa meter per hari. Selama pengalirannya airtanah melalui mineral-mineral penyusun batuan, dan dengan berjalannya waktu, harian sampai dengan jutaan tahun, maka terjadilah proses-proses fisika dan kimia. Proses hidrogeokimia tersebut sangatlah dipengaruhi oleh faktor komposisi mineral penyusun akuifer, proses dan pola pergerakan airtanah serta waktu tinggal airtanah yang berada di dalam akuifer. Proses hidrogeokimia tersebut menyebabkan terjadinya pelarutan mineral-mineral sehingga ada peningkatan komposisi kimia airtanah.

Selama proses pengalirannya mulai dari daerah imbuhan sampai dengan daerah pelepasan, air tanah mengalir melalui sistem akuifer yang mempunyai karakteristik berbeda-beda. Hal inilah yang menyebabkan airtanah mengandung berbagai mineral dan kandungan zat lain, baik yang memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kesehatan manusia.

Pengaruh mineral batuan terhadap kualitas airtanah inilah yang menyebabkan perbedaan kualitas air tanah di berbagai daerah sesuai dengan kondisi geologi setempat. Selain pengaruh alamiah berupa kandungan mineral batuan, kualitas airtanah juga dipengaruhi oleh berbagai aktivitas manusia yang secara langsung memberikan kontribusi kandungan zat-zat tertentu dalam air tanah.

Sebagai akibatnya adalah, kualitas air tanah terus berkembang sejalan dengan pengalirannya yang dipengaruhi oleh kondisi alam yang dilaluinya, serta berbagai macam aktivitas manusia di atasnya. Akhirnya, kualitas air tanah sangatlah beragam di berbagai tempat.

Awal Terjadi Serta Perjalanan Air Tanah



Awal Terjadi Serta Perjalanan Air Tanah



Peredaran air di bumi mengikuti daur yang berulang dan bersifat tertutup, dikenal sebagai daur hidrologi, dan airtanah merupakan bagian dari daur hidrologi tersebut.


Sumber utama airtanah adalah air hujan yang meresap ke bawah permukaan hingga mencapai zona jenuh air dan akhirnya tersimpan di dalam lapisan batuan pembawa air yang disebut akuifer.


Airtanah mengalir di bawah permukaan, dan selama pengalirannya airtanah mengalami berbagai proses yang membuat airtanah mengadung berbagai macam mineral dan akhirnya mempunyai kualitas yang berbeda di setiap tempat.


Airtanah tersimpan di dalam akuifer dengan kedalaman dari beberapa meter sampai dengan ratusan meter di bawah permukaan tanah, dan mempunyai waktu tinggal atau yang disebut sebagai residence time dari beberapa hari sampai jutaan tahun. Air tanah umumnya relatif mudah dan dapat ditemukan di semua tempat, walaupun dalam jumlah dan kualitas yang beragam. Kuantitas dan kualitas airtanah sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi daerahnya, baik bentuk bentang alam mapun kondisi batuannya. Airtanah dapat muncul ke permukaan tanah dengan berbagai cara yang umumnya dikontrol oleh kondisi geologi setempat.


Airtanah yang muncul di permukaan dikenal sebagai mata air. Sejak jaman dahulu, mata air telah dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mata air dapat muncul di berbagai bentang alam, baik di dataran, perbukitan maupun pegunungan. Airtanah maupun mata air dapat ditemukan di berbagai macam batuan, seperti endapan sungai yang berupa pasir-kerikil-kerakal, endapan batuan karbonat yang berupa batu gamping, ataupun pada endapan gunung api yang berupa endapan lahar, endapan breksi serta lava yang telah terkekarkan.

Air Di Masa Depan





1 Liter air Untuk 10.000 orang di dunia




Memastikan mineral yg di butuhkan keluarga ibu tidak mudah bukan?



Untuk menjaga agar seluruh organ tubuh kita tetap bekerja secara optimal, kita tidak hanya butuh asupan dari makanan bergizi, namun juga dari air putih. Bukan sekedar air putih yang harus kita konsumsi, tapi air putih yang memiliki kandungan zat yang bermanfaat bagi tubuh.



Zat yang bisa kita dapat dari air putih adalah mineral alami. Mineral memang terkandung juga dalam makanan, namun efek dari proses pengolahan makanan tersebut justru seringkali mengurangi atau bahkan menghilangkan mineral yang terkandung didalamnya. Karenanya kita harus bisa mencukupi kebutuhan mineral tubuh lewat konsumsi air putih.Meskipun demikian, ibu juga harus sadar bahwa tidak semua air putih mengandung mineral alami dengan komposisi yang terjaga keseimbangannya.



Perbendaan kandungan mineral alami dalam air minum biasa disebabkan oleh sumber mata airnya. Sumber mata air yang paling baik adalah sumber mata air pegunungan vulkanik. Batuan vulkanik yang membentuk dataran pegunungan bisa memperkaya unsur mineral pada air hujan yang meresap ke bawah permukaan tanah. Tak semua sumber mata air pegunungan memiliki komposisi mineral alami yang sama.



Karenanya dibutuhkan keahlian hidrogeologi untuk bisa mengidentifikasi suatu sumber mata air pegunungan terbaik dan juga keahlian khusus agar mineral alami yang ada di setiap tetes AQUA terjaga keseimbangannya hingga ke tangan ibu.AQUA memahami peran Ibu dalam memberikan yang terbaik bagi keluarga. Maka, melalui keahliannya AQUA berkomitmen, di setiap tetes airnya terkandung mineral yang terjaga keseimbangannya. Melalui AQUA Water Research Committee, AQUA memilih sumber air pengunungan terbaik Indonesia dengan 9 kriteria, 5 tahapan penelitian minimal 1 tahun dengan melibatkan para ahli hidrogeologi.


Penelitian dilakukan secara terus menerus untuk memastikan stabilnya kualitas, kuantitas, dan kelanjutan manfaat sumber air sepanjang tahun. Setelah ini, para ahli kami memastikan air AQUA terjaga keaslian sebagaimana di sumbernya dengan tidak menambahkan bahan kimia pemurni air, zat pemurni air, maupun proses yang tidak perlu.